Informasi Kelautan Dan Perikanan

blog berisikan berbagai macam infrmasi yang terkait dengan dunia informasi dibidang perikanan dan kelautan

  • Arsip

  • DonkeyMails.com: No Minimum Payout

Kaum Nelayan Dukung Pencabutan Retribusi Perikanan

Posted by ocean99 pada November 13, 2009

Anak&MangroveRencana Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara untuk mencabut Perda tahun 2005 tentang retribusi disektor perikanan pada tahun 2010 mendatang, ternyata mendapat respon positif dari kaum nelayan di wilayah tersebut. Langkah pemerintah ini dinilai merupakan suatu langkah maju yang mencerminkan keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap masyarakat,” kami mendukung rencana tersebut, mengingat selama ini kaum nelayan masih merasa sangat terbeban dengan kondisi dunia perikanan saat ini,” Ujar Hisbulah Sahibu Ketua Aliansi Nelayan Minut. Menurut Sahibu, kondisi masyarakat nelayan saat ini memang sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah, naiknya harga bahan bakar minyak, perubahan cuaca yang tak menentu serta tingkat pendidikan yang masih rendah seringkali menjadi penyebab kemiskinan dan penderitaan kaum nelayan,” harga BBM sudah naik, sumberdaya ikan sudah mulai berkurang, kalau ditambah lagi dengan retribusi yang tinggi, pasti nelayan sangat menderita,” Lanjut Sahibu. Bahkan menurutnya akan lebih baik lagi jika rencana program pemerintah itu segera dilakukan,” kenapa harus tunggu tahun depan, lebih cepat dilaksanakan akan lebih baik bagi kaum nelayan,” Lanjutnya. Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Minut Ir Ronny Siwi ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan rencana direvisinya kembali perda perikanan tersebut, mengingat banyak keluhan dari nelayan karena biaya hasil penjualan tangkapan mereka sudah tidak seimbang lagi dengan pengeluaran. Salah satu contohnya adalah retribusi nelayan sebesar 2,5 % dari hasil tangkapan nelayan yang dinilai masih sangat memberatkan. Tak hanya perda perikanan yang akan direvisi tapi juga nelayan akan diberikan jaminan kesehatan secara gratis sesuai dengan program Pemkab Minut tahun 2010 mendatang

Posted in Nasib Nelayan Sulut | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Beberapa Peraturan Perundangan Yang Berkaitan Dengan Penataan Wilayah Laut

Posted by ocean99 pada Januari 17, 2010


Beberapa Peraturan Perundangan Yang Berkaitan Dengan Penataan Wilayah Laut

Sumber Menata Ruang Laut Terpadu hal 53,54

Prof Dr.Ir Jacub Rais, M.sc dkk



No Peraturan Perundangan Tentang
1 UU NO 5 TAHUN 1960 Peraturan dasar pokok-pokok agraria
2 UU NO 11 TAHUN 1967 Ketentuan-ketentuan pokok Pertambangan
3 UU NO 1 TAHUN 1973 Landas Kontinen Indonesia
4 UU NO 20 TAHUN 1982 Ketentuan-Keentuan pokok Pertahanan Keamanan Negara
5 UU NO 5 TAHUN 1983 Zona Ekonomi Eksklusif
6 UU NO 9 TAHUN 1985 Perikanan
7 UU NO 17 TAHUN 1985 Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Hukum Laut 1982
8 UU NO 5 TAHUN 1990 Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekositemnya
9 UU NO 9 TAHUN 1990 Kepariwisataan
10 UU NO 21 TAHUN 1992 Pelayaran
11 UU NO 24 TAHUN 1992 Penataan Ruang
12 UU NO 5 TAHUN 1994 Pengesahan Konvensi PBB Mengenai Keanekaragaman Hayati
13 UU NO 10 THAN 1995 Kepabeanan
14 UU NO 6 TAHUN 1996 Perairan Indonesia
15 UU NO 23 TAHUN 1997 Pengelolaan Lingkungan Hidup
16 UU NO 22 TAHUN 1999 Pemerintahan Daerah
17 UU NO 25 TAHUN 1999 Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah
18 UU NO 22 TAHUN 2001 Minyak Dan Gas Bumi
19 PP NO 15 TAHUN 1984 Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati di Zona Ekonomi Eksklusif
20 PP NO 15 TAHUN 1990 Usaha Perikanan
21 PP NO 46 TAHUN 1993 Perubahan PP no 15 Tahun 1990 tentang Usaha Perikanan
22 PP NO 18 TAHUN 1994 Pariwisata Alam di Zona Pemanfaatan Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Hutan Wisata.
23 PP NO 39 TAHUN 1996 Hak dan Kewajiban Peran Serta Masyarakat Dalam Penataan ruang
24 PP NO 70 TAHUN 1996 Kepelabuhanan
25 PP NO 47 TAHUN 1997 Tataruang
26 PP NO 19 TAHUN 1999 Pengendalian Pencemaran dan Atau Perusakan Laut
27 PP NO 27 TAHUN 1999 AMDAL
28 PP NO 1 TAHUN 2000 Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas
29 PP NO 75 TAHUN 2000 Perubahan Kedua Atas PP no 32 Tahun 1969 Tentang Pelaksanaan UU no 11 Tahun 1967 tentang ketentuan-ketentuan pokok pertambangan
30 PP NO 36 TAHUN 2002 Lintas Damai
31 PP NO 37 TAHUN 2002 Alur Laut Kepulauan Indonesia
32 PP NO 38 TAHUN 2002 Daftar Koordinat.

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Ilmuwan Pecahkan Misteri Gempa Aceh

Posted by ocean99 pada Januari 7, 2010

Lima tahun setelah tsunami Aceh yang merupakan salah satu bencana paling dahsyat dalam sejarah, para ilmuwan dunia mulai memahami apa yang menyebabkan bencana itu. Lima tahun yang lalu bumi bergetar dan hampir seperempat juta orang kehilangan kehidupannya, karena tsunami yang bergolak di Samudra Hindia.
Ilmuwan menilai sumber gelombang mematikan itu jelas adalah gempa bumi Sumatera-Andaman 9,2, yang merupakan salah satu yang paling kuat dari yang pernah ada. Menurut beberapa studi terbaru, justru patahan jauh lebih kecil yang mengirim tembok air setinggi 100 kaki meluncur ke provinsi Aceh. Jika benar, penemuan itu akan menjelaskan apa yang benar-benar melahirkan bencana tahun 2004.
Gempa terjadi akibat dari patahnya rekahan sepanjang 1.600 kilometer di mana lempeng tektonik India bertabrakan di bawah lempeng Sunda. Rekahan diperkirakan telah tergelincir 20-25 meter dalam waktu hampir seketika. Banda Aceh terletak dekat bagian dari rekahan yang tidak bergerak sama sekali, namun daerah itu yang paling parah.
Bagaimana mungkin Aceh mengalami kerusakan yang sangat besar seperti itu? Para ilmuwan berpikir sekarang mereka tahu mengapa. Patahan yang lebih dekat ke pantai Sumatera yang diabaikan sebelumnya, pecah hampir pada waktu yang sama dibandingkan sepupunya yang jauh lebih besar.
Felix Waldhauser dari Columbia University dan tim peneliti menganalisis ribuan gempa susulan di wilayah tersebut sejak 2004. Pusat gempa dari gempa kecil berbaris dengan patahan yang tidak biasa menunjukkan hal itu dan bukan patahan utama yang telah aktif di daerah itu.
Patahan penting yang oleh tim disebut patahan splay (miring ) itu, mengiris plat Sunda jauh lebih dekat ke pantai barat Sumatera, dan dengan sudut yang lebih curam ke dasar laut daripada patahan utama. Ini berarti bahwa setiap kali patahan melebarkan, hal itu mendorong dasar laut ke atas lebih keras, menyebabkan tsunami yang lebih besar.


“Pengamatan gempa bumi di sepanjang (patahan utama) tidak cukup untuk menghasilkan tsunami yang besar,” kata Waldhauser. Ia menyajikan temuan tim pada pertemuan tahunan American Geophysical Union awal bulan ini.
Tim peneliti lain yang dipimpin oleh Satish Singh dari Institut de Physique du Globe de Paris di Prancis menunjukkan dalam model komputer, bahwa patahan miring hanya perlu bergeser 5 meter untuk menghasilkan tsunami besar-besaran yang menelan Banda Aceh, setara dengan gempa 7,8 atau 7,9 Magnitudo.
“Kekhawatiran kami adalah bahwa peristiwa kecil dapat menghasilkan efek yang merusak seperti itu, dan itu tidak akan mendapat perhatian,” kata Singh. Gempa yang lebih kecil itu kemungkinannya akan berulang lebih sering daripada gempa bumi besar, setiap 100-200 tahun sekali. Singh mengingatakan patahan miring serupa di lepas pantai Padang yang berpenduduk 750 ribu jiwa. Dia mengatakan patahan bisa terjadi dalam dekade berikutnya.

Sumber  http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&task=view&id=28114&Itemid=55

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Menara Cleopatra Diangkat dari Dasar Laut Mediterania

Posted by ocean99 pada Januari 7, 2010

Menara Cleopatra Diangkat dari Dasar Laut Mediterania
Alexandria, Egypt – Arkeolog Mesir, Kamis (17/12) mengangkat tiang candi kuno granit keluar dari perairan Mediterania yang telah berada selama berabad-abad lamanya dalam Kompleks Istana Cleopatra yang diperkirakan tenggelam di pelabuhan Alexandria.

Seperti dikutip AP, menara yang pernah berdiri di pintu masuk kuil Isis ini berada di pusat bawah air yang merupakan museum yang direncanakan Mesir untuk menunjukkan kota cekung, yang diyakini telah jatuh ke laut akibat gempa pada abad ke-4.

Penyelam dan arkeolog bawah air raksasa menggunakan derek dan tali untuk mengangkat menara yang memiliki berat 9 ton, tinggi tiang 7,4 kaki, dan ditutupi dengan tanah dan rumput laut keluar dari air keruh. Setelah diangkat ke atas pantai, menara tersebut kemudian diawasi oleh arkeolog Mesir Zahi Hawass dan para pejabat lainnya.

Menurut para pejabta di sana, Kuil ini diperkirakan kuil Isis atau dewi kesuburan pada zaman Firaun yang berumur sekitar 2050 tahun, tetapi mungkin jauh lebih tua. “Ini adalah bagian dari istana yang luas, di mana 1 Abad SM Ratu Cleopatra dan pendahulunya dalam Dinasti Ptolemeus memerintah Mesir.

Istana serta bangunan dan monumen lainnya terlihat berserakan di dasar laut di pelabuhan Alexandria, kota terbesar kedua di Mesir. Arkeolog telah menjelajahi reruntuhan di bawah air ini sejak tahun 1990-an. Kuil Isis ini ditemukan oleh sebuah tim Yunani tahun 1998.

Sumber INILAH.COM http://inilah.com/berita/politik/2009/12/18/229242/menara-cleopatra-diangkat-dari-dasar-laut-mediterania/

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Para ilmuwan Australia telah menemukan gurita di Indonesia yang mengumpulkan batok kelapa untuk dijadikan rumah.

Posted by ocean99 pada Januari 7, 2010

Penemuan ini berarti, karena ini menunjukkan bahwa hewan mampu untuk menunjukkan perilaku yang lebih rumit, menurut Simon Robson, lektor kepala bidang biologi tropis dari Universitas James Cook di Townsville.

Para ilmuwan Australia telah menemukan gurita di Indonesia yang mengumpulkan batok kelapa untuk dijadikan rumah. Ini bisa jadi merupakan penemuan perilaku tingkat lanjut yang pertama bagi binatang invertebrata (tanpa tulang belakang) yang mampu memakai alat.

Para ilmuwan memfilmkan gurita Amphioctopus marginatus itu yang tengah memilah kumpulan batok-batok kelapa di dasar lautan, mengosongkan isinya, dibawa di bawah tubuhnya sejauh 20 meter, dan kemudian mengatur dua batok sehingga membentuk bola tempat bersembunyi.

Julian Finn dan Mark Normann, dari Musium Victoria di Melbourne, selama beberapa kali mengunjungi Sulawesi Utara dan Bali untuk menyelam, antara periode 1998 sampai 2008, telah melihat aktivitas janggal dilakukan oleh empat gurita berbeda. Penemuan mereka diterbitkan, Selasa (15/12/2009) di majalah Current Biology.

“Saya sampai tercengang,” kata Finn, seorang peneliti pakar biologi dari musium yang berspesialisasi pada Cephalopoda. “Maksudku, aku sering melihat gurita bersembunyi di balik batok kelapa, tapi aku tadinya belum pernah melihat ada yang bisa mengambil batok, dan menariknya. Aku sampai harus menahan tawa.”

Gurita seringkali memakai barang apa saja untuk berlindung. Tapi para ilmuwan telah menemukan bahwa gurita berpembuluh darah itu selangkah lebih maju karena bisa menyiapkan batok-batoknya, dengan cara membawanya cukup jauh, lalu mengaturnya di tempat lain.

“Itu adalah contoh pemakaian alat, yang mana belum pernah ditemukan pada mahluk invertebrata sebelumnya,” kata Finn.

“Bedanya dari umang-umang darat ialah gurita ini mengumpulkan batok-batok untuk digunakan belakangan, jadi ketika memindahkan batok, gurita itu tak terlindungi,” kata Finn. Hal ini unik karena batok itu tak langsung dipakai, berarti gurita itu bisa berpikir untuk masa depan. “Karena bisa mengumpulkan batok untuk digunakan nanti maka gurita ini unik.”

Para peneliti berteori bahwa kemungkinan besar jenis gurita itu dulunya memang bercangkang. Tapi begitu manusia tahu membelah kelapa dan membuang batoknya ke laut, gurita-gurita itu menemukan cara yang lebih baik untuk berlindung, tutur Finn.

Penemuan ini berarti, karena ini menunjukkan bahwa hewan mampu untuk menunjukkan perilaku yang lebih rumit, menurut Simon Robson, lektor kepala bidang biologi tropis dari Universitas James Cook di Townsville.

“Gurita memang menonjol sebagai hewan invertebrata yang cerdas,” Robson memaparkan. “Mereka memiliki indra penglihatan yang cukup berkembang dan otak yang cukup cerdas. Jadi aku rasa penemuan ini menunjukkan kemampuan perilaku rumit yang bisa dilakukan organisme ini.”

Di kalangan ilmiah memang selalu ada perdebatan tentang definisi ‘penggunaan alat’ dalam dunia hewan, menurut Robson. Para peneliti Australia menjabarkan ‘alat’ sebagai barang yang dibawa atau disimpan untuk keperluan mendatang. Tapi ada juga ilmuwan lainnya yang beda pendapat, jadi sulit untuk menentukan dengan pasti apakah ini memang perilaku penggunaan alat pada hewan invertebrate atau bukan, kata Robson. Tapi biar bagaimanapun ia tetap menganggap penemuan ini sangat menarik.

“Ini satu lagi contoh yang membuat kita sadar betapa miripnya manusia dengan alam. Kita hanyalah perpanjangan dari planet ini,” tandasnya.

sumber  KOMPAS http://sains.kompas.com/read/2009/12/16/17280462/ada.gurita.bercangkang.kelapa

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Apa Yang Di Maksud Dengan Tsunami

Posted by ocean99 pada Januari 4, 2010

Tsunami adalah gelombang transien yang disebabkan oleh gempa tektonik ataupu oleh letusan gunung berapi dasar laut. Tsunami berasal dari bahasa jepang yang berarti gelombang pelabuhan (karena sering menyerang pelabuhan dan pesisir pantai Jepang) Nama lain yang sering digunakan untuk Tsunami adalah gelombang pasang (Tidal Waves).

Nama ini Kurang sesuai untuk digunakan pada gelombang transien karena pasang selalu diasosiasikan dengan terminologi gelombang panjang akibat gaya tarik benda angkasa.Tsunami mempunyai periode berkisar antara 10 menit sampai dengan satu jam. Tsunami adalah gelombang dispersive, bila pusat gempa dekat dengan lokasi maka periodenya lebih kecil, sebaliknya untuk yang jaraknya lebih jauh.

Bila penyebab Tsunami adalah letusan gunung berapi, maka gangguan terjadi pada permukaan, bila penyebabnya terjadi karena gempa tektonik maka gangguanya terjadi pada dasar laut. Di Indonesia Tsunami sering terjadi dikawasan timur Indonesia, Misalnya di Flores (1992) dan Biak (1995) yan menelan banyak korban jiwa. sedangkan di kawasan barat terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur (1994) dan disulawesi tengah awal 1996. terakhir terjadi di Aceh beberapa tahun yang lalu yang menelan korban ratusan ribu orang.

Tsunami mengakibatkan naiknya muka air laut sehingga menyebabkan perbedaan tiggi energi dan aliran yang sangat cepat sehingga menyebabkan kerusakan yang sangat besar.

Beberapa cara yang dianjurkan dalam menghadapi tsunami antara lain

1. membuat sistem peringatan dini (early warning system)

2. relokasi daerah pemukiman

3. melakukan latihan pengungsian

4. membuat jalan lintasan untuk melarikan diri dari tsunami

5. menanam tanaman yang dapat berfungsi sebagai peredam gelombang dipesisir pantai (mangrove

6. membiarkan lapangan terbuka untuk menyerap energi tsunami

7. membuat dike ataupun breakwater didaerah yang memungkinkan (penahanan ombak)…

Sumber :Pengelolaan Sumber daya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu (Dr Ir Rokhmin Dahuri MS ,dkk)

Posted in Uncategorized | 3 Comments »

Mahasiswa FPIK Unsrat Gelar Sapu Pantai

Posted by ocean99 pada November 15, 2009

IMG_0751Dengan mengusung tema “Satu Orang Angkat Satu Sampah Selamatkan Torang Pe Bumi” sejumlah mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Water sport, mencoba melakukan kegiatan yang diharapkan dapat menjadi bagian dari salah satu usaha penyelamatan bumi yang diharapkan menjadi budaya dan usaha bersama bagi setiap warga demi keberlanjutan ekosistem dan kehidupan di Bumi. Hengky J Bahan Koordinator kegiatan mengatakan, kegiatan tersebut diisi dengan aksi mengangkat sampah yang di laksanakan diwilayah pesisir pantai Malalayang, tepatnya disekitar lokasi terminal,” Untuk awal ini kami menentukan pesisir pantai Malalayang sebagai focus sasaran kegiatan,” Ujar Bahan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (7/11) lalu itu melibatkan sebanyak 30 Mahasiswa FPIK dan turut juga didukung sejumlah warga sekitar lokasi kegiatan yang terlihat ikut terlibat dalam aksi mengangkat sampah tersebut. Sementara itu Ketua UKM Watersport Aldi Pengan mengatakan kegiatan tersebut merupakan murni inisiatif mahasiswa yang selanjutnya didukung pihak Fakultas FPIK,” setelah kami usulkan ke Fakultas, atas Arahan Ir Otniel Pontoh Msi, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan, kami selanjutnya langsung bergerak,” Tutur Pengan. Hal senada juga diungkapkan Junet Korwa sekertaris UKM Water sport menurutnya kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu di Pulau Bunaken. Berdasarkan pantauan Koran Manado sebanyak 50 kantung sampah berhasil di angkat pada hari tersebut. Sampah yang diangkat lebih difokuskan pada sampah plastic dan Botol yang ditemukan disepanjang pesisir,” diharapkan kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi warga yang lain, kiranya hal ini bukan hanya dilakukan sekali namun bisa dijadikan program rutin,” Ujar Richard Mumu, motivator UKM tersebut. Selanjutnya mumu mengatakan terkait kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan multiplayer efek terhadap perkembangan kebersihan di Kota Manado. Manusia sebagai utama dari kehidupan didunia ini punya tugas untuk merawat kehidupan. Merusak kehidupan, merusak habitat dan lingkungan bertentangan dengan akal sehat, karena akan membawa bala bencana. Menurutnya, kehidupan membutuhkan kesadaran dan kearifan yang bertumpu pada akal sehat dan hati nurani. Untuk itu, kesadaran dan kearifan bersinergi dan melahirkan tindakan-tindakan beradab dan berbudaya, sehingga terjadi harmoni antara kehidupan manusia dengan alam habitatnya. Disisi lain ia juga berharap, agar pengendalian dampak lingkungan tidak dapat dikerjakan oleh hanya seorang saja, akan tetapi harus mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah sebagai pemegang kebijakan.



Posted in Selamatkan Bumi Kita | 1 Comment »

Hello world!

Posted by ocean99 pada November 11, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment »